Naskah Film Kelompok Alpukat

Setting                    : Sawah

Aktor                      : kepdes, asisten kepdes, mahasiswa kloter 1

Gambar                 : mahasiswa dan kepala desa bersalaman. Perangkat desa sibuk mengipasi dan memayungi  kepdes.

Mahasiswa I           : Terimakasih telah mengijinkan kami untuk survey di sawah desa ini dalam rangka pemenuhan tugas kuliah Pak.

Kepdes                   : (Membenarkan peci. Tersenyum wibawa sambil mengangguk-angguk). Saya justru senang saudara-saudara datang kemari. Setidaknya masik ada yang memperhatikan pertanian di desa kami. Untuk hari pertama, ini mari saya antar keliling-keliling sawah. Siang hari begini, banyak petani disana yang bisa saudara wawancarai.

Mahasiswa I           : Wah terimakasih pak

Mahasiswa lainnya : Iya, terimakasih maaf merepotkan pak.

 Mereka pun pergi berjalan mengitari sawah. Sambil berjalan, kepdes sesekali menunjuk bahunya minta dipijat oleh asistennya.

II

Setting                    : Sawah dan gubuk

Aktor                      : Semua petani + pemain di scene I

Matahari siang itu sangat terik. Membakar kulit, juga tubuh-tubuh lelah yang sedari pagi bekerja. Mereka adalah adalah para pahlawan bangsa, para petani Indonesia.

Suara musik tradisional

Gambar                  : Para petani beristirahat. Ada yg sedang menaruh cangkul kemudian duduk, melepaskan caping kemudian mengipaskannya, melepas dahaga dengan minum, memijat-mijat kaki, dll. Di antara kerumunan itu, ada sekelompok petani, sekitar 5 sedang mengobrol.

Petani I                   : “Rek! Capek aku rek! (membanting caping. Wajah kesal. Menghela nafas) panen kok gagal terus!”

Petani II                  : “Lha, dikira kamu tok yang capek. Aku tu juga dah bosen hidup gini. Susah. Hasilnya gak seberapa. Pupuk mahal. Musim juga gak tentu!”

Petani III                 : Pemerintah emang gak becus! Orang kecil kayak kita gak diurusin! Padahal kita juga kan yang ngasih makan mereka semua!

Petani IV                : Betul. Aku sependapat sama kalian! Hidup jadi petani miskin kayak kita itu, rasanya sampek mati segan hidup tak mau.

Petani V                 : Melarat! Udah kita benar2 melarat! Makin tahun lahan kita makin dikit gara2 pembangunan perumahan itu!

Ketika mereka sedang teriak-teriak, kebetulan kepdes dan mahasiswa sedang lewat.

Kepdes                   : Ehem. Selamat siang ibu-bu, bapak-bapak.

Para petani tersadar, agak kaget dengan kehadiran Pak kades.

Petani I-V               : Oh. Ehm. Selamat siang juga, Pak.

Pak kades              : Bapak Ibu, sebenarnya ada masalah apa ya tadi saya dengar kok ada yang teriak2 melarat?

Petani I                   : Benar sekali Pak. Hidup kami itu susah sebagai petani. Produknya kita kalah sama produk perusahaan yang sudah punya alat2 canggih.

Petani II                  : Iya pak, gimana kita mau beli alat canggih itu, modal saja kami tidak punya!

Para mahasiwa mendengarkan keluhan petani itu dengan wajah prihatin.

Pak Kepdes           : Bapak Ibu sekalian, kebetulan sekali. Mulai hari ini juga 2 minggu ke depan, ada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang sedang melakukan penelitian di sawah ini. Nantinya, para mahasiswa ini juga bisa memberi penyuluhan pada bapak-ibu sekalian supaya hasil pertanian meningkat, menghindari kegagalan panen, mengatasi mahalnya pupuk, juga meningkatkan kualitas panen supaya bisa bersaing dengan produk2 lainnya di pasaran.

Petani III                 : (melirik sinis ke arah mahasiswa) Huh. (memandang meremehkan) saya tidak yakin mahasiwa2 bau kencur ini bisa menolong kita. Tau apa mereka soal pertanian.

Pak kepdes            : mereka sunnguh banyak mengetahui tentang dunia pertanian Pak. Mereka secara khusus mendalami ilmu petanian.

Petani IV                : Omong kosong. Kami tidak percaya, Pak!

Petani lainnya       : Betul. Kami tidak percaya!

Pak kepdes            :  Yasudah, hari ini kita adakan saja penyuluhan pertanian dan kita lihat hasilnya pada panen bebeapa bulan ke depan. (menghadap ke arah mahasiswa). Panggil teman-teman kalian kemari untuk mengadakan penyuluhan. Saya sunguh berharap kalian sebagai mahasiw pertanian dapat menyelesaikan masalah ini.

Mahasiswa II          : Baik, Pak.

Kemudian , mahasiswa II menelepon temannya

Mahasiswa II          : Halo. Tolong tim kita segera datang ke desa penelitian. Bawa peralatan juga bahan2 yang dibutuhkan. Kita akan mengadakan penyuluhan. (mengangguk-angguk)

Ya. Baik. Aku tunggu secepatnya

III

Setting                    : sawah

Aktor                      : semua pemain

Para mahasiswa datang. Ada 7 orang. Membawa karung besar. Mahasiswa menjelaskan kepada para petani tentang berbagai hal. Para petani memperhatikan dengan seksama sambil mengangguk-angguk.

Dibikin ga ada percakapan. Cuma gambar sama musik aja.

Muncul tulisan: Beberapa bulan kemudian..

Gambar : Petani I tersenyum mengatakan bahwa hasil pertanian mereka meningkat. Kehidupan mereka membaik.

Terus pada ngomong bergantian : Kami, para petani,berterimakasih, kepada, mahasiswa fakultas pertanian, universitas brawijaya (mirip sama pas video ttg mentoring pas ospek)

Gambar: Para petani beridiri. Di depan mereka ada para mahasiswa. Salah satu mahasiswa teriak : Hidup pertanian Indonesia!!!! Kemudian diikui oleh teriakan mahasiswa juga para petani. Kemudian juga teriak.. Tani… Joyo!!!!

THE END

Tampilin foto2 behind the scene

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s