Mbek,,, eh,,,, Mooo season 2

Adduh,, udah pada senyum-senyum sendiri tuh rupanya, hayo…. ada apa???

hm… kayaknya pada senyam-senyum sendiri karena akhirnya pada  bisa tahu lanjutannya cerita si  embek and si emoo kita. Eh, tapi kayaknya pada lebih tertarik tahu siapa para penolong kita deh,

OK,, daripada penasaaran dan udah gak sabar, ya udah kita lanjutin ceritanya aja ya…

kedua penolong itu kemudian membantu kita menyalakan api dan menjadi bara api yang pass banget, karena kira-kira udah sejam kita nyobain untuk menjadikan api menjadi bara tapi gagal terus. Dan ketika kedua orang penolong datang, rasanya senenggg sekali.  Oh, ya penolong kita ‘kan ada 2. Yang satu bapak-bapak dan yang satu lagi anak sekolah kita juga dan kedua orang itu, laki-laki tapi pintar dalam hal-hal dapur. Akhirnya setelahitu, kita mulai membakar sate. Tapi, tau gak sih, waktu dari tadi kita lagi nyoba untuk nyalain tungku tapi nggak bisa-bisa, anak putri kelas 7 udah mulai membakar satenya dan udah jadi sekitar 7 tusuk. Tapi, waktu itu ‘kan dicobain sama Pak Cris dan Abinya Jilan, tapi mereka muntah-muntah soalnya satenya asinnnnn sekali. Kata Pak Cris kayak makan garam. Nah, karena sumber bumbu kita sama, yaitu mbak Wardah, berarti kalau kita gak  melakukan sesuatu, hasil sate kita bakalan sama kayak mereka dong, huh gak mau layaw. Ya udah akhirnya kita tambah air ke bumbu kita dan juga kecap. Dan tahu gak, penolong muda kita tetap membantu kita dalam membakar sate, sedangkan penolong tua kita sudah pergi karena harus mengemas dan memotong daging-daging.

Dan kita pun membakar daging  demi daging, tapi setiap satu kloter daging dibakar, langsung habis, terus habis lagi, terus habis lagi. Tapi, setelah nengok ke baskom daging, ternyata masih banyak daging yang belum dibakar. Dan tau gak, bukannya sombong, tapi ‘kan kita ngasih sate kita ke guru-guru, amun-amun(paman-paman), saama beberapa orang yang ada disana, dan kata mereka sate kita *pancen oye* lho,,, hm.. jadi terharu kita. Eh-eh, kita nggak ngada-ngada lho, kalo gak percaya tanya Pak Sarya, Ustadz Ghofar, Ustadz Kurniawan dan beberapa amun, pasti mereka bilang iya. Dan habis itu, kita membakar sate, habis, bakar lagi, habis lagi,, dan penolong muda adalah yang membakar sate. wuih, jangan salah walaupun cowok tapi jago dia. Dan setelah beberapa saaat bakar sate dan habis, bumbu kita habis dan kita ‘kan tadi bumbu satenya dibuatin sama mbak Wardah, jadi kita gak tau deh bumbunya apa,tapi apakah Anda smua tahu, penolong muda kita tahu bumbu sate, walhasil dia yang kasih tau ke kita bumbu  apa saja yang harus dipakai, dan akhirnya jadilah bumbu sate yang baru. Dan setelah itu, habislah daging yang harus di sate. Dan selesailah tugas kita untuk menyate, tpi belum habis lho, sebenrnya tugas kita. Setelah itu, kita harus membereskan tempat yng habis dipakai untuk motong-memotong karena besok  kan mau dipakai untuk sekolah lagi, tapi hanya ada beberapa orang yang tersisa dan turut membantu.Alhamdulillah…….

_THE END_

Kesimpulan:

  • Masih penasaran siapa penolong kami???
  • Tau gak, moment idhul Adha adalah moment yang  very special in Nurus Sunnah, karena Nurus Sunnah bisa mengadakan sholat Idhul Adha.
  • Moment ini juga special karena hampir semua lapisan di Nurus Sunnah berkumpul di saat ini, jadi walau kadang-kadang ada orangtua murid yang gak datenng waktu rapat, tapi dateng pada saat ini. Jadi, silaturahmi.
  • Seneng banget rasanya, bisa membagikan daging untuk orang yang belum tentu seberuntung kita. Waktu pembangian, orang yang ngantri banyak lho… dan rasanya dalm hati ada kepuassan tersendiri, betul??
  • Yang paling pnting, semuanya diniatkan karena ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA.

Yang terakhir, boleh nggak sih, yang ngurusin daging Idhul Qurban memasak daging itu dan dimakan untuk sama-sama(maksudnya untuk semua yang ngurusin daging Qurban itu), boleh gak sih???? Yang tahu, kasih tau kami ya…..

Semoga kita terhindar dari kesalahan, AMINNN

 

Selalu Senyum dan Semangat ya…… ^^

Admin A😉

2 thoughts on “Mbek,,, eh,,,, Mooo season 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s