0

Kru dan Peran Kelompok Apukat

Teman2, ini hasil rapat Sabtu 6 September 2014. Ada 16 orang yang dateng.

Semoga cocok yaa sama perannya🙂

Kru

Kameramen : Zastya, Iqbal

Editing film : Mahendra

Dokumentasi behind the scene : Viyan, Magnus

Temen2 yg lain kalo ada yang mau ikut ngedit film atau apapun bisa juga🙂

Teman2, ini perlengkapannya jd tanggung jawab pribadi yaa. Deadline hr Kamis perlengkapan udah siap semua. Kalo bingung cari perlengkapannya dimana, tanya2 aja, pasti dibantuin kok🙂 Jadwal syuting pertama Sabtu 13 September 2014. Waktu dan tempat diberitahukan menyusul🙂

 Peran

Pak Kades :

Perlengkapan : baju batik, peci

  1. Galih Rifaldi

Asisten Pak Kades :

Perlengkapan : Baju batik, payung+kipas unyu

  1. Rokhmad Romadhoni
  2. Mahendra Nurrahman

Mahasiswa kloter 1 (muncul di scene I nyampe akhir)

Perlengkapan : Jas almamater, tas, map

  1. Mahasiswa I : Viyan Fitra N
  2. Mahasiswa II : Zastya Diastantri
  3. Mahasiswa III : Eka Pradesti
  4. Mahasiswa IV : Ulfah Khoerul Umah
  5. Mahasiswa V : Magnus Adli
  6. Mahasiswa VI : Ferisna Rachma M

Mahasiswa kloter II (mulai muncul di Scene III)

Jas almamater, tas

  1. Eli L. Maghfiroh
  2. Niken Purbaningrum
  3. Cindy Lodya
  4. Annisa Refi
  5. Taufiq Rabbani
  6. Habibah Nur A

Petani kloter 1 (muncul di scene II nyampe akhir. Ada dialog)

Perlengkapan : Sandal jepit, caping, alat2 pertanian, botol aqua kusam, caping

  1. Petani I : Aditya Resty
  2. Petani II : Anisatun Nikmah
  3. Petani III :Nurizky Bagus
  4. Petani IV : Muhammad Nur Fauzan
  5. Petani V : Ardi Wiranata

Petani Lain-Lain (muncul di Scene II nyampe akhir. Ngga ada dialog. Tp ada ngomongnya dikit di scene III lho)

Perlengkapan : sama kayak petani kloter 1

  1. Fajar Arif
  2. Yulinar Diah
  3. Meliza Mega
  4. Intan Kharisma
  5. Bentari Gilang
  6. Kamilia Latifah
  7. Lusi Anna Sitorus
  8. Salma Dliya Fuady
  9. Ronaldi Saragih
  10. Fitri Nufita
  11. Nurul Khoirun Nisa
  12. Ivana Neelam Putri
  13. Dewina Nur Syarifa
  14. Dita Rizky Pratista
  15. Devinia Martantya

Yang dibutuhkan selain di atas : tikar, rantang, karung.

0

Naskah Film Kelompok Alpukat

Setting                    : Sawah

Aktor                      : kepdes, asisten kepdes, mahasiswa kloter 1

Gambar                 : mahasiswa dan kepala desa bersalaman. Perangkat desa sibuk mengipasi dan memayungi  kepdes.

Mahasiswa I           : Terimakasih telah mengijinkan kami untuk survey di sawah desa ini dalam rangka pemenuhan tugas kuliah Pak.

Kepdes                   : (Membenarkan peci. Tersenyum wibawa sambil mengangguk-angguk). Saya justru senang saudara-saudara datang kemari. Setidaknya masik ada yang memperhatikan pertanian di desa kami. Untuk hari pertama, ini mari saya antar keliling-keliling sawah. Siang hari begini, banyak petani disana yang bisa saudara wawancarai.

Mahasiswa I           : Wah terimakasih pak

Mahasiswa lainnya : Iya, terimakasih maaf merepotkan pak.

 Mereka pun pergi berjalan mengitari sawah. Sambil berjalan, kepdes sesekali menunjuk bahunya minta dipijat oleh asistennya.

II

Setting                    : Sawah dan gubuk

Aktor                      : Semua petani + pemain di scene I

Matahari siang itu sangat terik. Membakar kulit, juga tubuh-tubuh lelah yang sedari pagi bekerja. Mereka adalah adalah para pahlawan bangsa, para petani Indonesia.

Suara musik tradisional

Gambar                  : Para petani beristirahat. Ada yg sedang menaruh cangkul kemudian duduk, melepaskan caping kemudian mengipaskannya, melepas dahaga dengan minum, memijat-mijat kaki, dll. Di antara kerumunan itu, ada sekelompok petani, sekitar 5 sedang mengobrol.

Petani I                   : “Rek! Capek aku rek! (membanting caping. Wajah kesal. Menghela nafas) panen kok gagal terus!”

Petani II                  : “Lha, dikira kamu tok yang capek. Aku tu juga dah bosen hidup gini. Susah. Hasilnya gak seberapa. Pupuk mahal. Musim juga gak tentu!”

Petani III                 : Pemerintah emang gak becus! Orang kecil kayak kita gak diurusin! Padahal kita juga kan yang ngasih makan mereka semua!

Petani IV                : Betul. Aku sependapat sama kalian! Hidup jadi petani miskin kayak kita itu, rasanya sampek mati segan hidup tak mau.

Petani V                 : Melarat! Udah kita benar2 melarat! Makin tahun lahan kita makin dikit gara2 pembangunan perumahan itu!

Ketika mereka sedang teriak-teriak, kebetulan kepdes dan mahasiswa sedang lewat.

Kepdes                   : Ehem. Selamat siang ibu-bu, bapak-bapak.

Para petani tersadar, agak kaget dengan kehadiran Pak kades.

Petani I-V               : Oh. Ehm. Selamat siang juga, Pak.

Pak kades              : Bapak Ibu, sebenarnya ada masalah apa ya tadi saya dengar kok ada yang teriak2 melarat?

Petani I                   : Benar sekali Pak. Hidup kami itu susah sebagai petani. Produknya kita kalah sama produk perusahaan yang sudah punya alat2 canggih.

Petani II                  : Iya pak, gimana kita mau beli alat canggih itu, modal saja kami tidak punya!

Para mahasiwa mendengarkan keluhan petani itu dengan wajah prihatin.

Pak Kepdes           : Bapak Ibu sekalian, kebetulan sekali. Mulai hari ini juga 2 minggu ke depan, ada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang sedang melakukan penelitian di sawah ini. Nantinya, para mahasiswa ini juga bisa memberi penyuluhan pada bapak-ibu sekalian supaya hasil pertanian meningkat, menghindari kegagalan panen, mengatasi mahalnya pupuk, juga meningkatkan kualitas panen supaya bisa bersaing dengan produk2 lainnya di pasaran.

Petani III                 : (melirik sinis ke arah mahasiswa) Huh. (memandang meremehkan) saya tidak yakin mahasiwa2 bau kencur ini bisa menolong kita. Tau apa mereka soal pertanian.

Pak kepdes            : mereka sunnguh banyak mengetahui tentang dunia pertanian Pak. Mereka secara khusus mendalami ilmu petanian.

Petani IV                : Omong kosong. Kami tidak percaya, Pak!

Petani lainnya       : Betul. Kami tidak percaya!

Pak kepdes            :  Yasudah, hari ini kita adakan saja penyuluhan pertanian dan kita lihat hasilnya pada panen bebeapa bulan ke depan. (menghadap ke arah mahasiswa). Panggil teman-teman kalian kemari untuk mengadakan penyuluhan. Saya sunguh berharap kalian sebagai mahasiw pertanian dapat menyelesaikan masalah ini.

Mahasiswa II          : Baik, Pak.

Kemudian , mahasiswa II menelepon temannya

Mahasiswa II          : Halo. Tolong tim kita segera datang ke desa penelitian. Bawa peralatan juga bahan2 yang dibutuhkan. Kita akan mengadakan penyuluhan. (mengangguk-angguk)

Ya. Baik. Aku tunggu secepatnya

III

Setting                    : sawah

Aktor                      : semua pemain

Para mahasiswa datang. Ada 7 orang. Membawa karung besar. Mahasiswa menjelaskan kepada para petani tentang berbagai hal. Para petani memperhatikan dengan seksama sambil mengangguk-angguk.

Dibikin ga ada percakapan. Cuma gambar sama musik aja.

Muncul tulisan: Beberapa bulan kemudian..

Gambar : Petani I tersenyum mengatakan bahwa hasil pertanian mereka meningkat. Kehidupan mereka membaik.

Terus pada ngomong bergantian : Kami, para petani,berterimakasih, kepada, mahasiswa fakultas pertanian, universitas brawijaya (mirip sama pas video ttg mentoring pas ospek)

Gambar: Para petani beridiri. Di depan mereka ada para mahasiswa. Salah satu mahasiswa teriak : Hidup pertanian Indonesia!!!! Kemudian diikui oleh teriakan mahasiswa juga para petani. Kemudian juga teriak.. Tani… Joyo!!!!

THE END

Tampilin foto2 behind the scene

0

Nightmare

Tengah malam ku terbangun. Ku keheranan melihat kondisi kamar ku begitu gelap, tanpa sesorot cahaya pun. Tidak terlihat cahaya bulan yang biasanya masuk lewat celah-celah jendela kamar ku. Suasana begitu hening, sepi tanpa suara sedikitpun. Aneh, kenapa begitu lembab suasananya, tidak seperti kamar ku.

Aku belum berani bergerak. Aku berpikir apakah aku tidak berada di kamar ku? Apakah aku diculik? Tidak tidak, aku masih berada diranjang ku, ya ini ranjang ku, kataku dalam hati setelah meraba-raba ukiran kayu dekat tangan ku yang sering kupegang sebelum aku tidur. Kemudian aku bergegas menyalakan lampu di sudut kanan kamar ku. Aku buru-buru turun dari ranjang. Ketika bagian ujung kaki ku menyentuh lantai, seketika angin berhembus ke arah ku. Tidak terlalu kencang tapi sangat mengagetkan karena tidak pernah angin malam masuk ke kamar ku. Apakah jendelanya dibuka? Tanya ku dalam hati. Aku pun semakin takut, jantung ku mulai berdegup kencang. Mulai merasakan keringat dingin di sekujur tubuh. Suasana tetap saja sunyi dan sangat gelap, hanya angin tadi yang membuat sedikit suara. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku bertanya pada diri sendiri apakah ini kamar ku?

Kemudian aku mencoba meraba-raba permukaan lantai karena hanya itulah yang bisa kulakukan di situasi seperti ini. Aku turun dari ranjang ku dan mulai meraba permukaan lantai dengan kedua kaki ku. Dan hasilnya ini bukan lantai kamar ku. Ini begitu lembab dan dingin. Aku mulai panik. Aku tetap belum bisa mengenali dimana aku. Aku berharap ada cahaya yang lewat, sehingga aku bisa melihat sekitar walaupun sekilas. Beberapa detik aku menunggu serasa lama sekali, aku ketakutan, sangat. Dimulai dari bangun kondisi sangat gelap, angin masuk, dan sekarang aku menyadari aku tidak berada di kamar ku.

Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, tak ada sesorot cahaya pun lewat atau masuk. Mungkin lampu mobil ayah ku yang biasa menyoroti kamarku jika hendak menuju garasi. Tapi bahkan aku tak tahu jam berapa ini. Aku semakin panik, aku memutuskan untuk kembali tidur berharap ini cuma mimpi. Aku membalikan badan ku dan aku pun dikejutkan lagi, ranjang ku menghilang. Seketika jantung ku semakin berdegup kencang. Aku ketakutan setengah mati. Dimana aku?! Tanya ku dalam hati. Sekarang aku benar-benar tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku benar-benar sangat ketakutan, tak sengaja air mata pun menetes. Sekujur tubuhku semakin dingin bahkan aku hanya terpaku diam sambil berusaha menarik nafas. Bahkan aku tak bisa menggerakan jari-jari kaki ku.

Lama sekali aku hanya diam, berdiri disitu tak bergerak, tak berani mengambil langkah. Tiba-tiba aku merasakan kehadiran seseorang atau sesuatu mahluk tak jauh dibelakangku. Kemudian dia mendekati ku, semakin dekat. Aku tidak berani menolehkan kepalaku kebelakan tapi aku tahu dia semakin dekat. Aku dapat merasakannya, sangat dingin dan besar. Aku takut, air mata yang keluar semakin banyak. Ingin aku lari tapi bahkan aku tak bisa bergerak sedikitpun, hanya berdiri disana sedangkan dia semakin dekat. Dan sekarang dia tepat dibelakang ku, tapat dibelakangku kira-kira berjarak setengah meter. Aku ingin berteriak tapi aku takut memperburuk keadaan. Aku hanya diam dan sesuatu dibelakangku juga diam. Suasana kembali sepi, tapi aku masih bisa merasakan mahluk itu ada dibelakangku. Bahkan aku merasakan nafasnya di rambut ku. Sangat dingin. Aku masih ketakutan dan bahkan semakin takut. Tapi mahluk itu tetap hanya diam dan mungkin saja memandangiku dengan auranya yang seram. Aku ingin mengakhiri ini semua, aku yakin aku lebih sempurna daripada mahluk itu. Kemudian sambil ketakutan aku berusaha menoleh kebelakang, dengan sangat pelan dan hati-hati karena susah bagiku untuk bergerak. Belum sempat melihat sosok itu tiba-tiba mahluk itu berteriak sangat kencang, kencang sekali. Suara bising itu tidak dapat kujelaskan. Bahkan itu tidak seperti suara, tapi seuatu partikel gelombang yang tajam dan kuat, yang tidak terlihat yang tapi bisa dirasakan bahkan tidak hanya oleh telinga. Semua ruangan seperti sudah dipenuhi oleh suara itu. Suara itu menekan begitu dalam hingga telinga ku berdearah. Aku sudah menutup telingaku tapi percuma. Suara itu menembus tangan ku. Bahkan kepala ku seakan akan meledak. Mahluk itu tak berhenti berteriak. Dan kemudian mata ku mulai kehilangan fokus. Dipikiran ku aku sudah kehilangan keseimbangan dan mati atau pinsan. Tapi kenyataannya tidak, aku masih berdiri tegak disana.

Kemudian penulispun tak tahu kisah kelanjutannya.

0

Rapatkan Barisan Kita Kembali

Hi guys, kalian tau? Aku benar-benar merindukan kelas SEMANGGI kita, bukan kelasnya sih, tapi personilnya. Ga tau kenapa tapi yeah thats what i feel now. How about you guys?

Dan sebenarnya yang aku pingin tulis disni adalah unek-unek yang mungkin jahat buat kalian, tapi aku pingin ungkapin. Langsung saja ya.

Sebenarnya aku baru merasakan kalian spesial, kalian asik, kita saling mencintai, saling menjaga, kalian tau? baru saat aku beranjak naik di kelas dua SMA ini, bukannya di masa SMA ku ga asik, atau ga bahagia, atau apa. Tapi ada banyak peristiwa yang kualami, banyak pengalaman pahit yang aku rasakan, dan well, that was make me thought how spesial you are. Jahat ya? yah i know once again aku terlambat menyadari sesuatu yang padahal itu penting bagi ku.

Tapi ini bukan soal aku pingin kembali ke masa lalu, aku cuma ingin mari kita bangun kembali, jaga kembali hubungan kita ini. Buat sebuah komunikasi yang aktif, kita bisa saling membantu, saling bertukar cerita informasi, atau bahkan mengadakan acara bersama. Ramaikan blog kita yang katanya “tercinta” ini.(Tercinta kok ga ada yang update ya?)

Aku percaya kelas kita adalah kumpulan orang-orang hebat, yang ditakdirkan Allah bertemu di sekolah yang notabenya ga ada kebanyakan orang yang mau sekolah di sekolah ini. Tapi kita bisa tetap semangat, tetap bahagia, tetap berprestasi, dan tanpa disadari atau disadari, diakui atau tidak diakui kita saling mencintai, saling melindungi, dan saling membantu. Dan ini akan sangat tragis, jika kita tidak mempertahankan hubungan kita ini.

Dari sekarang, ayo rapatkan barisan kita kembali, bentuk formasi seperti keluarga yang saling melindungi dan saling membantu. Kita datang bersama keluar bersama, SUKSES juga harus bersama(haha alay mode kambuh). Dimulai dari meramaikan blog ini ya   ^_^

Semua anak SEMANGGI boleh kok nulis disini, ayo semua nulis yaa. ceritain kabar kalian di SMA/SMK/Pondok/etc kalian masing-masing ke kita-kita. Terus klo ada masalah cerita aja. Atau kalau mau kasi masukan/motivasi buat kita-kita semua ayoo ditunggu.

maybe thats all

NB: -lagi suwung liburan ga ada apa-apa

-ga seneng dibilang alay aslinya

0

My Friends, i miss you All

Hello, hello Admin come back… bingung nih, mau ngasih apa, mendingan kasih satu lirik Nasyid yang bagus, tapi jadul. Dari Yusuf Islam, Ini bagus banget, soalnya artinya bagus, Ini diilhami dari sebuah hadist tentang ibu. Check this out….

Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That’s right no other
Your mother (My mother)

Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think most of?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother

Who should I stay rigt close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Comb your hair
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
My mother

Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother.

Gimana? Nangis gak? Enggak? Ya udah, tapi ini bagus lah, karena kita masih dikasih kesempatan buat ketemu sama Ibu kita….
Tau nggak? Sekarang, sejak kita lulus, jadi sepi hidupku…. hiks,hiks… hahahahahah
Always be a best child to your mom and your parent, and be the best human, because you are AMAZING.

0

Is-Heng….

Kelas kita seru deh, di dalam kelas kita ada lemari kayu yang isinya berbagai peralatan MADING, map ulangan, Al-Qur’an, dan ada gunting, kapur barus, pembersih lantai, pembersih WC-pun ada. Sekolah kita emang very spesial sobat, soalnya satu lantai ada 3 ruangan yang masing-masing ruangan kapasitasnya 20-an ank lah. Terus di lantai 3 ada 3 kamar mandi, ada satu ruang guru, ruang sholat putri, dan ruang OSIS putra. Seru deh kalo istirahat, koridor kelas kita yang dikeramik warna pink ini rame banget, ada yang lari-larian dan macem-macem.

Kalo di kelas kita sendiri emang dijuluki kelas yang paling lengkap. Gimana gak lengkap coba, dari serbet, baskom, buku, pel, sapu, gantungan, penggaris satu pack, pensil warna, cat poster, pembersih lantai, kemoceng, sampai pengharum dan pembersih WC. Emang dahsyat kelas kita.

Kalo kata guru-guru sih, masuk kelas kita emang auranya beda banget, gak tau apa yang beda. Tapi kelas kita emang bernuansa ijo royo-royo dan ditengahnya ada pembatas yang lumayan tinggi untuk membatasi murid cewek sama murid cowok. Di depan kelas ada sepasang papan tulis yang tak terpisahkan(ceile….) dan juga ada satu set meja-kursi guru yang spesial soalnya super gede tuh meja. Terus tentu aja ada kursi siwa dan siswi yang nyaman minta ampun. Di tembong belakng terpampang sebuah rumah gedhe yang kita bilang itu menara big bang yang isinya jadwal piket kita. Menara ini emang cukup gedhe. Bikinnya aja berhari-hari, dah gitu masangnya dramatis penuh perjuangan. Terus ada juga sebuah bus yang isinya PO. SPINSA melambangkan struktur organisasi kita. Sangar banget loh ini bus, lah gimana gak sangar coba, jurusannya aja SPINSA -SURGA. Terus di depan ada gantungan penggaris yang gedhe-gedhe. Terus ada kalender pendidikan kita yang super kreatif.

Kelas kita juga ada kipas anginnya dan juga ada miniatur air terjun yang ada air-nya beneran. Kalo kata si Imam: “Denger gemericik airnya bikin tenang….”

KELAS KITA EMANG THE BEST LAH POKOKNYA. POKOK’E MAK NYUSSSSSSSSS……………

  Masuk kelas kita yuksss……

Kalo baru masuk ini dia yang kelihatan……

 

 

 

 

 

   Bus dan menara super inilah yang bikin kita jatuh-bangun waktu masang…….

 

 

 

 

 

Miniatur air terjun yang bikin kita suegerrrr……

Tapi yah, kalo kepepet buat cuci tangan juga bisa 😛

 

 

 

 

 

Nah, kalo ini SKL UN kita yang kita hias supaya kita tambah semangat belajar…🙂

 

 

 

 

 

 

  Yaaaay…. kita menang lomba K3 berturut-turut, jadi piala ini ada terus di kelas kita….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Taman kecil kelas, bikin kelas makiiiin indah….🙂

 

 

 

 

 

 

Dan ini dia bocah-bocah narsis yang gak ketulungan. Habis kehujanan tetep, narsisnya gak bisa ilang kebawa hujan…..🙂

Selalu Senyum dan Semangat ya……^^

Admin A😉

0

Lucu-Lucuan………..

Kalo kata Pak Asa Mulchias, ketawa itu penting tapi gak tau ya kalo menurut sobat SPINSA?

Nah, kali ini Admin A mau kasih tebak-tebakan yang gak tau lucu atau garing ‘kraus-kraus’ kayak krupuk. Yang penting, tariik terus mang…..!!!

Q:) Apa penyebab Jakarta sering kebanjiran?

A;) Ya, apilah, kalo angin penyebab masuk angin, kalo air penyebab banjir,kalo kutil? ih, kok sampe kutil segala?

Q:) Siapa anak Bali yang seneng banget ngerantau?

A;) Made. Coba aja liat, Made in China, Made in Thaiwan,Made in USA,…..

Q:) Apa persamaan tukang mi tek-tek sama tukang mi ayam?

A;) Sama-sama gak jualan bakso weeek😛

hahaha, walaupun gak luu-lucu amat, buat penghibur admin A lah, lag sedih nih…. masa’ pada udah sombong-sombong semua tuh mentangmentang udah pada lulus. Katanya tali persaudaraan gak boleh putus, nggak yang putra nggak yang putri, sama aja. Padahal Admin A ‘kan mau merantu ke luar kota dan ninggalin semuanya, masa gak mau bikin kenangan manis bareng sih? huh, pada sombong semua nih😦 . Waduh, kok malah jadi curcol nih Admin A

OK, Bye…………..

Selalu Senyum dan Semangat ya…… ^^

Admin A 😉